SUAP Jaksa BLBI

Urip dan Ayin Tidak KompakRabu, 05 Maret 2008, 07:33:03 WIB
Jakarta,Barang bukti uang Rp 6 miliar yang berada di lokasi tertangkapnya Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani alias Ayin menjadi tanda tanya. Pasalnya, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keduanya terkesan tidak kompak dengan memberikan jawaban berbeda.
Dalam pemeriksaan yang digelar, Selasa (4/3) kemarin, Urip bersikukuh kalau uang yang diterima sebesar Rp 6 miliar adalah hasil transaksi jual beli permata. Sedangkan menurut sumber di KPK, Ayin memberikan keterangan bahwa uang tersebut adalah pinjaman.
Seperti dilaporkan sebelumnya, KPK berhasil menangkap basah Urip yang sedang bertransaksi dengan Ayin pada Minggu (3/3) lalu. Diduga uang tersebut sebagai suap atas kasus BLBI yang ditangani Urip. Ayin belakangan diketahui sebagai orang dekat obligor nakal Sjamsul Nursalim.
Walau Urip mengklaim kalau uang tersebut hasil transaksi jual beli permata, di lokasi penggerebekan yang berada di Jalan Hang Lekir Jakarta Selatan, penyidik KPK tak menemukan permata seperti yang disebut-sebut tersangka.Ayin kemarin tiba di gedung KPK pukul 14.15 WIB, sedangkan Urip datang 15 menit berikutnya.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengungkap belum sinkronnya informasi yang didapat dari keduanya soal motivasi dari transaksi. "Yah, ada perbedaan alasan transaksi itu," ujar sumber tadi seperti dilansir Jawa Pos .
Usai diperiksa KPK pukul 19.23, Urip menjadi Koordinator Tim Jaksa Kasus BLBI itu enggan memberikan komentar. Ia langsung masuk mobil tahanan. Hal sama juga ditunjukkan Ayin yang sepanjang perjalanan menuju mobil menutupi wajah dengan rambut panjangnya.

2 komentar:

TYO mengatakan...

SALAM KENAL DARI BLOG SALATIGA JAWA TENGAH

MASIH BERSIH YA MAS...........

TAMBAH ACCECORIES SEDIKIT BIAR BLOGNYA TAMBAH OKE

TRIMS

meds mengatakan...

wah, selamat mengawal perubahan. Terus maju, jangan ragu. mapir ya di blog kami: forumpurworejo.blogspot.com